TATA KERJA DAN TATA HUBUNGAN PENGURUS

MAJLIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ‘ULAMA KARANGMONCOL

MASA KHIDMAT 2009-2014

  1. I. PENDAHULUAN

Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Karangmoncol masa khidmat 2009-2014, sebagaimana diamanatkan dalam konferensi bertekad melaksanakan program-program tersebut. Untuk itu perlu diatur dalam tata kerja dan tata hubungan antar pengurus.

II.           DASAR
  1. Anggaran Dasar NU
  2. Anggaran Rumah Tangga NU
III.        MAKSUD

Tata kerja dan tata hubungan ini dimaksudkan agar:

  1. sebagai pedoman bagi pengurus MWCNU Karangmoncol dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana diamanatkan dalam konferensi.
  2. sebagai dasar bagi pengurus MWCNU Karangmoncol dalam menentukan kebijakan.
  3. sebagai alat kontrol bagi pengurus MWCNU Karangmoncol dalam mengendalikan roda organisasi
  4. untuk memudahkan pengurus MWCNU Karangmoncol dalam melaksanakan program yang telah digariskan dalam konferensi secaraefektif dan efisien.
  5. IV. TATA KERJA
    1. A. ORGANISASI

Tata kerja di bidang organisasi ini adalah hal-hal yang menyangkut hierarchi pengambilan keputusan, tugas dan kewenangan masing-masing tingkatan. Tingkatan itu terdiri dari:

  1. Pengurus Pleno MWCNU

Terdiri dari Mustasyar, MWCNU Lengkap Syuriyah, MWCNU Lengkap Tanfidiyah, Ketua Lembaga dan Lajnah, serta Ketua Badan Otonom.

  1. Tingkatan ini minimal mengadakan pertemuan satu tahun sekali.
  2. Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

1)      Uuntuk membahas persoalan yang bersifat umum, interdisipliner, menyangkut berbagai kelompok.

2)      Untuk membahas peraturan kerja dan tata hubungan

3)      Untuk membahas penjabaran program kerja

4)      Untuk mengevaluasi secara periodik terhadap pelaksanaan program MWCNU secara menyeluruh.

  1. Pengurus Lengkap MWCNU

Terdiri dari pengurus lengkap Syuriyah dan pengurus lengkap Tanfidiyah

  1. Tingkatan ini minimal mengadakan pertemuan 3 bulan sekali
  2. Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

1)      Untuk membahas persoalan yang bersifat umum, interdisipliner terdiri dari berbagai hal dan perihal spesifik SELAIN yang ditangani oleh Badan Otonom.

2)      Untuk mengadakan koordinasi antar berbagai bidang/lembaga dan persoalan spesifik

3)      Untuk menentukan kebijakan baru atau hal yang menyangkut point di atas.

  1. Pengurus Lengkap Syuriyah MWCNU

Terdiri dari Rois, Wakil-wakil rois, Katib, Wakil-wakil katib, dan a’wan.

  1. Tingkatan ini mengadakan pertemuan minimal 4 bulan sekali
  2. Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

1)      Menentukan arah dan kebijakan pengurus MWCNU yang belum diatur oleh tingkatan yang lebih tinggi.

2)      Memberikan petunjuk, bimbingan, dan pembinaan dalam melaksanakan program

3)      Mengendalikan, mengawasi dan memberikan koreksi terhadap pengurus tanfidiyah

4)      Membimbing, mengarahkan dan mengawasi lembaga, lajnah dan badan otonom yang langsung di bawah syuriyah.

  1. Pengurus Lengkap Tanfidiyah MWCNU

Terdiri dari Ketua, Wakil-wakil ketua, Sekretaris, Wakil-wakil sekretaris, Bendahara, dan Wakil-wakil bendahara.

  1. Tingkatan ini mengadakan pertemuan minimal 3 bulan sekali.
  2. Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

1)      Menyelesaikan masalah yang menjadi kewenangan pengurus MWCNU atas dasar mandat atau kebijakan.

2)      Mengatur koordinasi bidang kerja

  1. Pengurus Harian Syuriyah MWCNU

Terdiri dari Rois dan Katib.

Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

  1. Menyelesaikan tugas dan kewenangan kesyuriyahan atas dasar mandat atau kebijakan.
  2. Memberikan petunjuk, bimbingan dan arahan terhadap pengurus MWCNU dalam melaksanakan tugas harian
  3. Menentukan kebijakan yang oleh suatu hal tidak dapat ditentukan oleh pengurus Syuriyah Lengkap.
  4. Pengurus Harian Tanfidiyah MWCNU

Terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

  1. Melaksanakan tugas harian organisasi di tingkat MWCNU
  2. Mengadakan koordinasi berkaitan dengan organisasi, keuangan, sarana prasarana, kaderisasi, humas dan unsur lain (stakeholder) yang bersifat umum.
  3. Mengambil langkah-langkah strategis pelaksanaan program insidental.
  4. Rois Syuriyah dan Ketua MWCNU

Rois dan ketua dapat mengadakan pertemuan sewaktu-waktu secara formal maupun informal.

Tugas dan kewenangan tingkatan ini adalah:

  1. Atas dasar mandat atau kebijakan, dapat mewakili MWCNU Karangmoncol di dalam maupun di luar pengadilan tentang segala hal dan kebijakan mengenai kepengurusan maupun tindakan kepemilikan.
  2. Atas dasar mandat atau kebijakan, dapat mewakili MWCNU Karangmoncol dalam forum yang tingkatannya lebih tinggi, hunungan dengan pemerintah, dan atau dengan ormas atau lembaga lain.
  3. Atas dasar mandat atau kebijakan, dapat mengambil kebijaksanaan berbagai hal yang menjadi kewenangan pengurus harian syuriyah dan tanfidiyah.
  4. Mengkoordinasikan tugas dan tanggunjawab yang menyangkut kebijaksanaan dan pelaksanaannya.
  5. Rois Syuriyah

Rois syuriyah sebagai mendataris terpilih memiliki wewenang:

  1. Menentukan kebijakan yang bersifat konseptual, mendesak, insidental, selama tidak bertentangan dengan segala aturan yang ada.
  2. Mengambil kebijakan yang oleh suatu hal tidak dapat dilakukan oleh pengurus harian syuriyah
  3. Mempertanggunjawabkan kepengurusan MWCNU Karangmoncol masa hidmat 2009-2014 pada akhir periode, berkaitan dengan tugas dan wewengan syuriyah.
  4. Ketua MWCNU

Ketua tanfidiyah sebagai mendataris terpilih memiliki wewenang:

  1. Dapat menentukan kebijakan yang bersifat operasional, mendesak, dan insidental selama tidak bertentangan dengan peraturan yang ada.
  2. Mengambil kebijakan yang oleh suatu hal tidak dapat dilakukan oleh pengurus harian tanfidiyah
  3. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kebijakan dan program kepengurusan MWCNU Karangmoncol masa hidmat 2009-2014 pada akhir periode yang berkaitan dengan  tugas dan kewengangan tanfidiyah.

10.  Lajnah

Sebagai perangkat organisasi, lajnah mempunyai kewenangan:

  1. Mengambil kebijakan untuk melaksanakan program MWCNU yang memerlukan penganganan khusus
  2. Mengatur tata kerja dan pengambilan tugas dalam lingkup lajnah yang bersangkutan
  3. Mengatur tata administrasi dan keuangan khusus dalam lajnah yang bersangkutan
  4. Dalam menggunakan kewenangan dan pelaksanaan tugasnya, lajnah selalu dibawah koordinasi pengurus syuriyah dan pengurus harian tanfidiyah sebagai atasan langsung.

11.  Lembaga

Sebagai perangakt organisasi, lembaga mempunyai kewenangan:

  1. Mengambil kebijakan untuk melaksanakan program MWCNU yang berkaitan dengan bidang tertentu
  2. Mengatur tata kerja dan pembagian tugas dalam lingkup lembaga yang bersangkutan
    1. Mengatur tata kerja dan keuangan khusus dalam lingkup lembaga yang bersangkutan
    2. Dalam menggunakan kewenangan dan pelaksanaan tugasnya, lembaga selalu dibawah koordinasi pengurus syuriyah dan atau pengurus harian tanfidiyah sebagai atasan langsung.
  1. TUGAS DAN KEWAJIBAN PENGURUS
    1. Mustasyar

Nama       : K. Sofwan Ahmadi

: K. Mughni Labib

: KH. Masykur Husni

Tugas       : Menyelenggarakan pertemuan setiap kali dianggap perlu untuk secara kolektif memberikan nasehat kepada pengurus MWCNU dalam rangka kemurniah khittah nahdliyyah dan islahu dzatil bain.

  1. Syuriyah
    1. Rois

Nama         : KR. Hamid Bastomy

Jabatan    : Rois

Tugas        :

1)      Memimpin NU Karangmoncol masa hidmat 2009-2014

2)      Membina, mengendalikan, dan mengawasi seluruh pengurs MWCNU Karangmoncol masa hidmat 2009-2014

3)      Menandatangani surat-surat yang berkaitan dengan masalah yang berkaitan dengan tingkat organisasi yang lebih tinggi serta khusus kesyuriyahan.

4)      Mengawasi langsung tugas-tugas katib dan wakil katib

5)      Mengawasi, membina dan mengendalikan tugas-tugas ketua tanfidiyah

6)      Membawai a’wan.

7)      Membina, mengawasi dan mengendalikan lembaga-lembaga dan badan otonom: Jam’iyah Thoriqoh Annahdiyah, LDNU dan LBM

  1. Wakil Rois

Nama       : KH. Munasroh

: K. Muhammad Qomarudin

Jabatan    :  Wakil Rois

Tugas       :

1)      Membantu tugas dan kewajiban Rois

2)      Mewakili rois dalam menjalankan tugas jika berhalangan atas dasar mandat atau kebijaksanaan

3)      Membina, mengawasi dan mengendalikan lembaga-lembaga dan badan otonom: Lazisnu, HTMI, dan LP. Ma’arif

  1. Katib

Nama       : H. Sahlan Mushodiq, S.Pd.I.

: Bisri Mustofa Husni

:  Ahmad Suhadi, BA.

Jabatan    :  Katib

Tugas       :

1)      Melaksanakan dan mengatur tugas kesyuriyahan

2)      Bertanggung jawab terhadap keadministrasian dan melakukan notulensi khusus kesyuriyahan

3)      Mengawasi yang menyangkut bidang organisasi dan administrasi

4)      Memantu rois dalam tugas pengawasan dan pembinaan.

  1. Wakil Katib

Nama       : Bisri Mustofa Husni

: Ahmad Suhadi, BA.

Jabatan    :  Wakil Katib

Tugas       :

1)      Membantu tugas dan kewajiban Katib

2)      Mewakil katib bila barhalangan dalam melaksanakan tuags atas dasar mandat atau kebijaksanaan

3)      Mengawasi aktivitas bidang keuangan dan sarana prasarana

4)      Membantu wakil rois dalam tugas pengawasan dan pembinaan

  1. A’wan

Nama       : H. Maulana Soimun

: H. Chudori, A.Ma.

:  Sinwan Assidiq, A.Ma.

Jabatan    :  A’wan

Tugas       :

1)      Membantu dan mewakili tugas rois dan atau wakil rois

2)      Mengawasi, membina dan mengendalikan aktivitas lembaga: LPNU, LKKNU, LIPNU, Lesbumi

  1. Tanfidiyah
    1. Ketua

Nama       : Ratmono, S.Ag.

Jabatan    :  Ketua

Tugas       :

1)      Memimpin pelaksanaan tugas, program dan kebijakan MWCNU Karangmoncol masa hidmat 2009-2014

2)      Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kepengurusan masa hidmat 2009-2014

3)      Mewakili MWCNU baik intern maupun ekstern, atas dasar permufakatan, mandat atau kebijaksanaan khusus

4)      Bertanggung jawab melaksanakan dan atau mengkoordinasikan bidang keorganisasian, administrasi dan keuangan.

5)      Memberikan persetujuan dan pertimbangan terhadap distribusi keuangan yang digunakan oleh bendahara dan atau wakil bendahara

6)      Mengawasi tugas para wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara dan wakil bendahra.

7)      Mengkoordinasikan seluruh Badan Otonom yang tidak secara langsung dibawah koordinasi syuriyah: Muslimat, GP. Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU)

  1. Wakil Ketua I

Nama       : Sugeng Wahyono, S.Pd.I.

Jabatan    :  Wakil Ketua I

Tugas       :

1)      Membantu tugas ketua

2)      Mewakili ketua bila berhalangan atas dasar mendat dan kebijaksanaan

3)      Bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program bidang peribadatan dan kesyariatan, keorganisasian, dan pendidikan

4)      Mengkoordinasikan lembaga-lembaga yang meliputi: LDNU, LBM, dan LP. Ma’arif, LIPNU

5)      Mengkoordinasikan aktivitas Ranting NU di 5 (lima) Desa yaitu: Sirau, Kramat, Tunjungmuli, Tamansari dan Baleraksa.

  1. Wakil Ketua II

Nama       : H. Sugeng Aman Widodo, SH.

Jabatan    :  Wakil Ketua II

Tugas       :

1)      Membantu tugas wakil ketua I

2)      Mewakili ketua dan atau wakil ketua II bila berhalangan atas dasar mendat dan kebijaksanaan

3)      Bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program bidang sosial, ekonomi, budaya dan politik, serta layanan umat

4)      Mengkoordinasikan lembaga-lembaga yang meliputi: LKKNU, LPNU, Lazisnu, dan Lesbumi

5)      Mengkoordinasikan aktivitas Ranting NU di 6 (lima) Desa yaitu: Karangsari, Pepedan, Pekiringan, Tajug, Grantung dan Rajawana.

  1. Sekretaris

Nama       : Zaenal Khayat, S.Ag.

Jabatan    :  Sekretaris

Tugas       :

1)      Bertanggung jawab terhadap segala administrasi secara umum

2)      Mendampingi ketua dalam melaksanakan tugas

3)      Bertanggung jawab untuk memelihara segala inventaris hak milik organisasi

4)      Memproses dan menandatangani surat-surat organisasi.

5)      Bertanggung jawab dalam notula rapat-rapat

6)      Bertanggung jawab dalam pengagendaan dan pengarsipan surat-surat.

7)      Bertanggung jawab dalam penataan kantor

8)      Bertanggung jawab terhadap pengaturan jadwal acara organisasi atas persetujuan Ketua dan Rois

9)      Melaksanakan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan organisasi yang bersifat umum, penting, mendesak, insidental dan yang memerlukan penanganan khusus yang belum diatur dalam tata kerja ini.

  1. Wakil Sekretaris I

Nama       : Doyo Mulyono, SE.

Jabatan    :  Wakil Sekretaris I

Tugas       :

1)      Membantu sekretaris dalam melaksanakan tugas-tugasnya

2)      Mewakili sekretaris apabila berhalangan atas dasar mandat atau kebijaksanaan

3)      Bila diperlukan dapat membantu dalam administrasi kelembagaan: LDNU, LBM, dan Lazisnu

4)      Melaksanakan tugas-tugas lain yang menyangkut bidang administrasi dengan persetujuan sekretaris

5)      Membantu tugas-tugas wakil ketua I

  1. Wakil Sekretaris II

Nama       : Sodikin, S.Ip.

Jabatan    :  Wakil Sekretaris II

Tugas       :

1)      Membantu sekretaris dan atau wakil sekretaris I dalam melaksanakan tugas-tugasnya

2)      Mewakili sekretaris dan atau wakil sekretaris I apabila berhalangan atas dasar mandat atau kebijaksanaan

3)      Bila diperlukan dapat membantu dalam administrasi kelembagaan: LKKNU, LPNU, LIPNU dan  Lesbumi

4)      Melaksanakan tugas-tugas lain yang menyangkut bidang administrasi dengan persetujuan sekretaris

5)      Membantu tugas-tugas wakil ketua II

  1. Bendahara

Nama       : Subroto, S.Pd.

Jabatan    :  Bendahara

Tugas       :

1)      Bertanggung jawab terhadap segala hal yang terkait dengan keuangan organisasi secara keseluruhan

2)      Bertanggung jawab terhadap pencarian sumber dana baik berdiri sendiri maupun bersama lembaga otonom dan lembaga

3)      Mengatur distribusi keuangan atas dasar persetujuan ketua

4)      Bertanggung jawab atas pengadministrasian keuangan

5)      Melaksanakan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan keuangan yang mendesak dan mendasar

  1. Wakil Bendahara I

Nama       : Kuwatno, S.Pd.

Jabatan    :  Wakil Bendahara I

Tugas       :

1)      Membantu bendahara dalam melaksanakan tugas

2)      Mewakili bendahara jika berhalangan atas dasar mandat atau kebijaksanaan

3)      Bertanggung jawab menangani, mengelola dan penarikan sumber dana dan atau donatur

4)      Membantu wakil ketua I dalam bidang administrasi keuangan

5)      Melaksanakan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan keuangan yang ditugaskan oleh bendahara

  1. Wakil Bendahara II

Nama       : Imam Sa’dullah, S.Pd.I.

Jabatan    :  Wakil Bendahara II

Tugas       :

1)      Membantu bendahara  dan atau wakil bendahara I dalam melaksanakan tugas

2)      Mewakili bendahara dan atau wakil bendahara I jika berhalangan atas dasar mandat atau kebijaksanaan

3)      Bertanggung jawab menangani, mengelola dan penarikan sumber dana dan atau donatur

4)      Membantu wakil ketua II dalam bidang administrasi keuangan

5)      Melaksanakan tugas-tugas lain yang berhubungan dengan keuangan yang ditugaskan oleh bendahara dan atau wakil bendahara II

  1. Lembaga-lembaga

Uraian mengenai nama, jabatan dan tugas personalia pengurus lembaga akan diatur tersendiri dalam tata kerja masing-masing.

V.           TATA ATURAN RESUFFLE ANGGOTA PENGURUS
  1. Resufle bagi anggota pengurus Syuriah dilakukan oleh Pengurus Syuriah Lengkap dan Pengurus Harian Tanfidiyah
  2. Resufle bagi anggota pengurus Tanfidiyah dilakukan oleh Pengurus Lengkap Tanfidiyah dan Pengurus Harian Syuriah
  3. Resufle bagi pengurus lembaga dan lajnah dibawah koordinasi Syuriyah dilakukan oleh pengurus harian Syuriyah, pengurus harian Tanfidiyah dan pengurus harian lembaga/lajnah bersangkutan.
  4. Resufle bagi pengurus lembaga dan lajnah dibawah koordinasi Tanfidiyah dilakukan oleh pengurus harian Tanfidiyah dan pengurus harian lembaga/lajnah bersangkutan.
  1. Seorang anggota pengurus dapat diresufle karena:
    1. meninggal dunia
    2. mengundurkan diri secara resmi dan tidak dapat dipertahankan
    3. melakukan tindakan sesuatu yang dianggap menurunkan martabat agama, nusa, bangsa dan NU
    4. non aktif selama antara tiga sampai empat bulan berturut-turut tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.
    5. Dalam melaksanakan resufle pada point 5 bagian d, maka terlebh dahulu dilakukan langkah-langkah berikut:
      1. Pendekatan persuasif dan kekeluargaan (tidak aktif selama 4 bulan)
      2. Dipanggil secara formal untuk diminta keterangan (setelah 3 bulan)
      3. Diberi peringatan jika dipanggil secara formal tidak berhasil (setelah 2 bulan)
      4. Diajukan kepada pengurus PC untuk diberhentikan secara resmi (komulatif 9 bulan).
    6. Surat menyangkut resufle secara resmi dilakukan oleh Rois, Katib, Ketua dan Sekretaris
    7. Seorang pengurus yang diresufle  kedudukannya sedapat mungkin digantikan oleh anggota pengurus yang ada di bawahnya secara berurutan dalam fungsi dan kedudukan yang sama, sedangkan person calon pengganti adalah untuk mengisi lowongan jabatan yang ada.
VI.        TATA HUBUNGAN
  1. Hubungan MWCNU Karangmoncol dengan PCNU bersifat vertikal dan konsultatif
  2. Hubungan MWCNU Karangmoncol dengan MWCNU lain bersifat kooperatif
  3. Hubungan MWCNU Karangmoncol dengan pemda setempat bersifat konsultatif-kooperatif dan komunikatif
  4. Hubungan MWCNU Karangmoncol dengan Ranting NU dan KAR bersifat vertikal, koordinatif dan instruktif.
  5. Hubungan MWCNU Karangmoncol dengan ormas lain bersifat kooperatif dan komunikatif
  6. Hubungan Syuriyah dengan Tanfidiyah secara kelembagaan bersifat vertikal-koordinatif dan instruktif
  7. Hubungan Tanfidiyah dengan lembaga/lajnah bersifat vertikal-koordinatif dan instruktif
  8. Hubungan antar lembaga/lanjah bersifat horizintal kooperatif
  9. Hubungan MWCNU dengan Banom bersifat vertikal-koordinatif

10.  Hubungan antar personal pengurus dari tingkat atas ke bawah bersifat vertikal-instruktif-koordinatif.

11.  Hubungan antar personal pengurus dari tingkat bawah ke atas bersifat vertikal-konsultatif

12.  Hubungan antar personal pengurus yang sejajar bersifat horizontal-kooperatif-koordinatif.

VII.     KELEMBAGAAN
  1. Lembaga/lajnah harus berperan sebagai pembantu Pengurus Harian dalam melaksanakan tugasnya
  2. Masa kerja lembaga/lajnah disesuaikan dengan masa kerja pengurus MWCNU
  3. Lembaga/lajnah tidak memiliki kekuasaan ke luar.
  4. Lembaga/lajnah yang akan mengadakan kerja sama dengan pihak luar/sponsorship harus sepengetahuan pengurus harian MWCNU
  5. Pembentukan Lembaga, Lanjah dan Banom harus mengacu AD/ARTNU
VIII.  BAGAN ORGANISASI
  1. Bagan Struktur Organiasai adalah untuk menunjukkan gambara struktur organisasi di tingkat MWCNU Karangmoncol masa hidmat 2009-2014
  2. Bagan Tata Kerja MWCNU adalah untuk menunjukkan gambaran tata kerja, pengawasan, pengendalian, tanggung jawab dan koordinasi masing-masing bagian atau personal
  3. Bagan Tata Kerja Syuriyah adalah untuk menunjukkan gambaran tata kerja pangawasan, pengendalian, tanggung jawab, dan koordinasi masing-masing personal syuriah
  4. Bagan Tata Kerja Tanfidiyah adalah untuk menunjukkan gambaran tata kerja pengawasan, pengendalian, tanggung jawab dan koordinasi masing-masing personal pengurus tanfidiyah
IX.        LAIN-LAIN

Hal-hal yang menyangkut peraturan tata kerja dan tata hubungan yang belum tertuang dalam draf rancangan ini dibasah dan disempurnakan kemudian oleh MWCNU Karangmoncol.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s