Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Karangmoncol memberikan santunan kepada 190 anak yatim/piatu. Pemberian santunan ini dilaksanakan pada Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1432 yang pelaksanaannya pada Hari Ahad, 26 Desember 2010 yang lalu, dengan tema “Santuni Mereka, Cerahkan Masa Depannya”.

Dalalam sambutannya, ketua panitia, Nety Hidayati, S.Ag. menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan kegiatan rutin tahunan Fatayat NU Anak Cabang Karangmoncol dan merupakan program unggulan. Tujuan dari kegiatan ini antara lain, pertama: melaksanakan perintah Allah dan RasulNya agar kita senantiasa memperhatikan nasib anak yatim, kedua: bahwa anak yatim juga perlu terus diberi motivasi, semangat agar tidak putus asa, tumbuh rasa percaya diri sehingga mampu menatap masa depan dengan semangat, bahwa mereka juga mendapat perhatian, penghargaan dari masyarakat sekitar. ketiga: kegiatan santunan juga diharapkan menjadi media silaturrahmi antar anggota dan komponen NU. Dalam kesempatan ini ketua panitia juga menyampaikan terima kasih kepada semua donatur baik dari instansi pemerintah, swasta dan perorangan, dan dari Fatayat NU Ranting di Karangmoncol.

Dalam kesempatan itu, Ali Sudarmo, S.Pd. Kabag Kesra Purbalingga, mewakili Bupati purbalingga, menyampaikan selamat dan mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilaksanakan oleh Fatayat NU Ancab Karangmoncol. Bupati juga mememberikan santunan sebesar 5.700.000,- untuk ditasarufkan kepada 190 anak. Atas nama bupati, Ali Sudarmo menyampaikan sangat mendukung kegiatan seperti ini. Dari pada menyambut tahun baru dengan hura-hura yang tidak bermakna, bahkan cenderung mubazir, maka santunan merupakan kegiatan yang paling baik, karena bulan Muharram adalah lebarannya anak yatim.

Pada tahun baru 2011 inipun Pemda Purbalingga tidak akan menyalakan kembang api seperti tahun lalu. Dari pada menghabiskan ratusan juta untuk kembang api, lebih baik untuk menyantuni  anak yatim.

Ketua MWCNU Karangmoncol, menyampaikan bahwa Fatayat NU Ancab Karangmoncol merupakan salah satu Badan Otonom yang paling aktif dalam berbagai kegiatan. Sehingga diharapkan agar Banom yang lain meniru kesemangatan Fatayat NU.

MWCNU juga berterima kasih kepada Fatayat yang telah menyelenggarakan kegiatan santunan. Tanpa kegiatan yang dilembagakan seperti ini sepertinya tidak mungkin santunan anak yatim dapat berjalan dengan baik. Mungkin secara pribadi bisa menyantuni, tapi tidak sebanyak kegiatan yang diorganisir seperti ini.

Salah sat hal yang menarik dari kegaitan ini adalah kegiatan santunan yang diformat ala anak-anak. Dengan bernyanyi, bertepuk dan berpantun. Sangat menarik untuk anak-anak.

Selamat kepada Fatayat NU Anak Cabang Karangmocol. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berjalan dan semakin baik, sebab perintah menyantuni anak yatim itu hatta idzaa balaghunnikaah. sampai menikah. Jadi idealnya bukan santunan, tapi pemeliharaan anak yatim. Kalau kita memelihara maka sampai anak itu bisa mandiri, dewasa, yang dalam Al Quran disebutkan sampai menikah.

Tapi upaya santuna ini sudah merupakan langkah konkrit yang patut mendapatkan penghargaan.***Z&.