Senin, 13 Desember 2010 08:18

Tripoli, NU Online
Rapat Akbar Tassawof Office (WTO), salah Badan yang menangani masalah tasawuf dan tarekat di dunia Islam, di bawah naungan World Islamic Peoples Leadership (WIPL) resmi dibuka, Ahad (12/12), pukul 19.00 waktu setempat.  Rapat yang diselenggarakan di Markas Besar World Islamic Call Society (WICS) Tripoli ini nantinya akan membahas tentang teknis pelaksanaan Muktamar Shufi se-Dunia. Mulai dari tempat, waktu sampai tema besar Muktamar. Muktamar tersebut rencananya akan dihelat di bulan Februari mendatang.

Seperti dalam rapat WICC di bulan oktober lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj akan mengusulkan dalam forum agar Indonesia bisa diterima sebagai tuan rumah penyelengaraan Muktamar. Hal ini menurutnya layak diperjuangkan mengingat Indonesia cukup strategis untuk melaksanakan amanah WIPL itu.

“Dalam Rapat, nantinya kita akan tetap mengusulkan agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Muktamar Shufi se-Dunia,” katanya seperti dikutip kontributor NU Online Faisal Hakim Nasution.

Ia beragument bahwa Indonesia merupakan pintu  masuk Islam bahagian timur. Disamping itu, Indonesia saat ini berada diantara dua kekuatan besar, yaitu China dengan aliran konghucunya dan Australia dengan doktrin kristennya.

Untuk mengimbangi kekuatan itu di wilayah timur, perlu dilakukan peningkatan pengaruh Islam dalam kehidupan masyarakat. Termasuk pengembangan aliran tarikat. Dan salah satu diantaranya ialah dengan menyelenggarakan Muktamar Shufi se-Dunia ini.

Ia menambahkan, Indonesia sampai saat ini  memiliki 43 aliran tarikat. Dengan modal yang besar itulah pihak PBNU optimis Indonesia bisa menjadi tuan rumah.

Rapat akbar tawawyf dunia kali ini dihadiri oleh seratus peserta lebih dari berbagai negara di Dunia. Dan rencananya akan berlangsung sampai selasa ini (14/12). (sal)