• VIVAnews
Tanggal 1 Dzulhijjah 1431 H, jatuh pada hari Senin 8 November 2010.
Kamis, 11 November 2010, 01:20 WIB

Eko Priliawito, Ajeng Mustika Triyanti

VIVAnews – Tim Ru’yatul Hilal Lajnah Falakiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menetapkan hari Idul Adha pada Rabu, 17 November 2010. Penetapan ini dikeluarkan setelah melakukan kegiatan melihat bulan dengan mata telanjang di beberapa lokasi yang ditentukan tidak berhasil melihat bulan.

Dengan demikian  PBNU mengabarkan (ikhbar) kepada masyarakat muslim di Indonesia bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1431 H. jatuh pada hari Senin 8 November 2010.

“Berpijak dari hasil tim ru’yah Lajnah Falakiyah PBNU tersebut maka kami kabarkan juga kepada masyarakat muslim bahwa shalat Idul Adha dilaksanakan pada hari Rabu (17/11/10),” ujar Ketua Badan Kominfo dan Publikasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, HM. Sulthan Fatoni, M.Si dalam rilis yang diterima VIVAnews, 10 November 2010.

Sulthan menambahkan, istikmal (30 hari bulan Dzulqa’dah 1431H.) dipilih berdasarkan ketidakberhasilan melihat bulan pada tanggal 6—7 Nopember 2010 dan pendapat mazahibul arba’ah (empat mazhab).

Informasi kepastian waktu shalat Idul Adha ini penting bagi PBNU sebagai bagian dari tugas ulama membimbing umat Islam agar beribadah dengan baik dan benar.

“Substansinya adalah NU mengabarkan bahwa Dzulhijjah tahun ini selama 30 hari dan Salat Idul Adha 1431 H. jatuh pada hari Rabu dikabarkan berdasarkan ru’yatul hilal bil fi’li, bukan berdasarkan hisab,” ujarnya lagi

Lebih lanjut Sulthan menjelaskan bahwa tradisi ikhbar (informasi) tentang hasil ru’yatul hilal bil fi’li mendasarkan pada keputusan Muktamar NU Ke 20 di Surabaya pada 1954 yang menjelaskan bahwa Rasulullah dan Khulafaurrasyidun tidak mengenal metode selain selain ru’yatul hilal bil fi’li.

“Dalam kesempatan ini PBNU mengucapkan selamat Hari Raya Qurban. Bagi yang sedang menjalankan ibadah haji kami doakan semoga mabrur,” tutupnya.

• VIVAnews