Selasa, 30 Maret 2010 10:47

    JAKARTA-GUSDURNET. Usai Muktamar di Makassar, Nahdlatul Ulama (NU) diyakini akan lebih mempunyai gereget dengan terpilihnya duet KH Sahal Mahfudh dan KH Said Aqil Siradj di pucuk pimpinan organisasi itu.

    Direktur The Wahid Institute Yenny Zannuba Wahid dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (29/3), menyatakan optimistis NU ke depan dapat lebih berkonsentrasi pada program nyata di bidang pemberdayaan masyarakat dan pesantren.

    “Ketimbang sibuk dan terseret dalam politik praktis,” kata puteri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.

    Dikatakannya, Sahal dan Said Aqil merupakan figur yang penuh komitmen untuk mengakomodasi dan merangkul setiap kekuatan dan kelompok yang ada di NU, termasuk dari kalangan generasi muda dan menjadikannya sebagai modal penting untuk menjalankan amanat NU sesuai khittah 1926.

    Kedua pimpinan NU itu juga diyakini akan memberi ruang bagi generasi muda NU di kepengurusan PBNU, termasuk terhadap berbagai perkembangan pemikiran keagamaan di dalamnya.

    “Perkembangan pemikiran, bagaimanapun, dapat bermanfaat dalam kerangka kemajuan pemikiran keagamaan di lingkungan nahdliyin dengan tetap berpegang pada tradisi ahlussunnah wal jamaah di bawah bimbingan keilmuan para kiai,” kata Yenny.

    Ia menilai Said Aqil merupakan figur ulama sekaligus pemikir NU yang mampu melanjutkan ide dan cita-cita besar Gus Dur, tokoh yang yang selama ini dianggap Said Aqil sebagai guru sekaligus mitra berdiskusi yang berkualitas.

    “Ide dan cita-cita besar Gus Dur adalah menyangkut pemberdayaan pesantren, pengembangan nilai-nilai toleransi dan demokrasi, serta sikap yang terbuka terhadap tumbuh-kembangnya pemikiran baru,” kata Yenny. (Ant/OL-7)

    Senin, 29 Maret 2010 22:39 WIB

    Sumber: http://www.mediaindonesia.com