Sabtu, 13 Maret 2010
Jakarta, NU Online

Lembaga Dakwah Nahdhatul Ulama (LDNU) akan mengubah pola dakwahnya. Dengan pola dakwah baru, NU diharapkan dapat meranngkul kalangan menengah ke atas.

Menurut Ketua Pengurus Besar NU (PBNU), KH Ridwan Lubis, Jumat (12/3) di Jakarta, selama ini NU lebih dikenal sebagai lembaga dakwah yang merakyat. Dengan perubahan pola dakwah tersebut, ia berharap dapat meningkatkan peran NU di kalangan menengah ke atas.

“Saat ini, NU belum bicara banyak di tingkat masyarakat menengah ke atas. Ke depan, NU akan bicara pada masyarakat kota,” ujarnya dalam Rakernas LDNU di Hotel Gran Melia seperti dilansir republika.co.id.

Perubahan pola dakwah itu, lanjutnya, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja PBNU. Upaya lainnya adalah mengubah pola dakwah massal yang selama ini identik dengan tubuh NU.

Pengajian umum, tabligh akbar, dan beberapa jenis dakwah massal lainnya, dinilai Ridwan belum menyentuh persoalan riil umat. Oleh karena itu, NU akan menyiapkan dai-dai untuk diterjunkan langsung ke masyarakat.

Dengan terjun langsung ke masyarakat, dai-dai tersebut tidak hanya bertugas menjadi juru dakwah. Dia menilai, dengan terjun langsung ke masyarakat, dai tersebut dapat berperan sebagai pemecah persoalan. Kedua langkah tersebut dinilainya sebagai langkah awal untuk meningkatkan peran NU di Indonesia.

Sementara itu, Ketua LDNU, KH AN Nuril Huda, mengaku siap menerjunkan 48 ribu pendakwah di seluruh provinsi di Indonesia. Dia beranggapan, dengan kemajuan zaman, globalisasi akan menjadi tantangan serius bagi para pendakwah di Indonesia.

Dia juga melihat kondisi umat Islam yang memprihatinkan di daerah transmigrasi dan daerah tertinggal. Dengan letak jauh dari pusat pemerintahan, daerah transmigrasi dan daerah tertinggal, sering luput dari perhatian. (mad)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22454