Oleh: KHR. Chamid Busthomi, Rois Syuriyah MWCNU Karangmoncol.

Puasa adalah ibadah sirri (rahasia). Orang yang mengetahui kita benar-benar berpuasa atau tidak hanya diri kita masing-masing. Banyak orang yang menampakkan dirinya seperti orang berpuasa, tapi di luar sana pergi ke warung untuk makan dan minum dengan lahapnya. Ini ajaib dan aneh. Mereka mengaku mengenal Alloh, tapi malah mengingkari dan menentangnya. Perbuatan yang demikian justru menandakan sebagai orang yang tidak mengasihi dirinya sendiri, yang berarti juga dia telah menghancurkan dirinya sendiri.

Celakalah mereka yang menganggap remeh suatu pekerjaan yang sebenarnya sangat bermanfaat (yaitu puasa), tapi malah mengejar sesuatu yang ia inginkan. Celakanya lagi, karena mereka juga meyakini bahwa Romadlon adalah bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan, tapi mereka malah melupakan apa yang mereka yakini itu.

Wahai kaum muslimin-muslimat, berdirilah dengan tegar dan waspada laksana Anda seorang penjaga. Usirlah mereka yang akan masuk jika kedatangannya justru akan mengotori dan membuat kerusakan ruangan Anda. Tinggalkanlah hasrat dan nafsu Anda yang tidak baik agar tercapai cinta Alloh yang Maha kasih dan sayang. Cinta Alloh akan mengantarkan Anda menggapai segala cita-cita.

Ingat, orang yang berpuasa adalah laksana orang yang sedang dalam barisan peperangan. Ada yang luka berat maupun ringan, dan bahkan ada yang mati dalam pertempuran. Jagalah diri kita jangan sampai terluka. Karena jika luka itu menggores wajah kita, akan sulit disembuhkan. Jangan sampai tombak-tombak syetan, panah-panah iblis dan pisau-pisau Gerandong menggores kulit kita. Jangan sampai kita tergoda dengan apa saja yang diwujudkan dengan kenikmatan duniawiyah yang sifatnya sementara. Jangan engkau gapai makanan, minuman dan jimak di siang hari bulan Ramadlon hingga batas waktu yang diperbolehkan menurut syariat Islam.

Jasad dan waduk pencernaan kita perlu diistirahatkan setelah dalam waktu 1 tahun diisi terus menerus. Kata Nabi saw, dengan berpuasa kita akan menjadi sehat. Apalagi ditambah dengan sholat tarawih. Dilihat dari kacamata kesehatan, gerakan sholat dari takbir, ruku, sujud, duduk sampai salam adalah gerakan badan yang sangat menyehatkan. Ini dilakukan selama 1 bulan dengan rutin, dengan pola makan yang teratur dan terukur. Ini akan sangat membantu kesehatan jasmani dan rohani kita.

Kita diciptakan Alloh memiliki lubang 10 (sepuluh), tapi pada usia 3 tahun, lubang yang satu ditutup lagi oleh Alloh swt, yaitu ubun-ubun. Jadi sampai dewasa tinggal 9 (sembilan) lubang, yaitu 2 lubang hidung, 2 lubang mata, 2 lubang telinga, 1 lubang mulut dan 2 lubang pembuangan depan belakang.

Orang yang cerdas adalah mereka yang senantiasa berpikir dengan otak (ubun-ubun), dan menghitung-hitung antara kehidupan yang sementara dengan kehidupan yang langgeng di akhirat. Di akhirat nanti ada orang yang senang selamanya dengan kenikmata surga, ada pula orang yang sengsara selamanya di neraka. Oleh karena itu, jika kita ingin mendapatkan kesenangan akhirat, perbanyaklah “tholabul ilmi” (mencari ilmu). Orang jawa bilang “NGAJI” , yaitu “sanga dengan siji”. Jadi 9 + 1 = 10. Sepuluh artinya “genep/jangkep”. Jadi kalau ingin disebut seabgai orang yang “GENEP/JANGKEP” harus senang NGAJI. Kalau ingin jadi orang yang “kurang” ya tidak perlu ngaji. Dengan bahasa pasemon/kireto, “ngaji” berarti ngarah barang kang aji (berharga), sedangkan “ngaos” artinya ngarah kang aos (berisi).

Manusia memiliki lubang yang 9 itu harus ditutup dengan perkara “siji”, yaitu BENAR. Ada mata yang benar (digunakan untuk hal-hal yang baik), ada mata yang salah (karena digunakan untuk hal-hal yang maksiat). Ada hidung yang benar, ada juga hidung yang salah, dst. Ukuran BENAR adalah benar menurut Al-Qur’an dan Hadits, juga Ijam’ dan Qiyas. Bukan benar menurut keinginan dan kepentingan pribadi. Untuk mendapatkan sesuatu yang BENAR caranya dengan  ngaji. Memahami Al-Qur’an dan Hadits harus dengan ilmu. Untuk mendapatkan ilmu harus ngaji.

Oleh karenanya, pada kesempatan Romadlon tahun 1432H/2011M ini, piculah untuk mencuci hati kita, memarahi diri kita sendiri. Bila perlu berdirilah di depan kaca sambil bergumam…”He kamu, apa kamu yakin kalau tahun 2012 nanti akan bertemu bulan Ramadlon lagi…?”. Mungkin nafsu kita akan menjawab: “Santai saja Brow…! Kamu kan masih muda…”

Tapi coba tatap wajahmu di depan kaca, jawablah dengan akalmu: “Oh, ya. Aku harus semangat, mumpung ketemu bulan Romadlon. Belum tentu tahun depan aku masih hidup. Banyak bayi dilahirkan lalu tidak lama mati. Berapa umur kita? Kita mati kapan? Mati dimana?…. Kita tidak tahu.

Karenanya hiasilah rumahmu dengan Al-Qur’an. Bacalah Al-Qur’an.  Rasulullah Saw, bersabda:

اَكْثِرُوْا مِنْ تِلاَوَةِ الْقُرْآنَ فِي بُيُوْتِكُمْ فَإِنَّ اْلبَيْتَ الَّذِى لَا يقْرَأْ فِيْهِ اْلقُرْآنِ يَقِلُّ خَيْرُهُ وَيَكْثُرُ شَرُّهُ وَيَضِيْقُ عَلَى اَهْلِهِ (رواه الطبرنى عن انس بي مالك)

“Perbanyaklah rumah-rumahmu dengan bacaan Al-Qur’an. Sesungguhnya rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an sedikit sekali kebaikannya dan banyak kejelekannya dan sempit dalam keluarganya”.

Bila ingin rumah tangga kita harmonis, anak-anak kita solih solihah, banyak kebaikannya, tentram, damai, sakinah (anteng), maka perbanyaklah bacaan Al-Qur’an di rumah kita. Itulah konsep dari Nabi Saw. Lebih-lebih di bulan Romadlon ini, mari kita lakukan dengan penuh kesungguhan.

Kita semua tahu, Al-Qur’an diturunkan di bulan Romadlon. Kita juga tahu bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup, petunjuk bagi manusia. Tinggal kita mengimplementasikan pengetahuan dan keyakinan kita. Mari kita niati yang baik, bertekad kalau selesai Romadlon nanti akan senantiasa kontinyu, istiqomah membaca Al-Qur’an. Jangan kita baca Al-Qur’an di musim Romadlon saja.

Mari kita kerjakan ibadah hanya mengharap keridloan dan rahmat Alloh semata. Itulah ciri orang yang cinta kepada Alloh swt.***